loading...

Seperti Apa Cerita Rakyat Asal Mula Tombak Kyai Pleret?


Jawaban dari tim Klikbanjar :


Yogyakarta punya banyak sekali cerita rakyat. Salah satunya yaitu Asal Mula Tombak Kyai Pleret. Ya, Tombak Kyai Pleret dikenal sebagai salah satu peninggalan kerajaan Mataram yang sangat legendaris. Ini adalah kisah yang sangat terkenal dalam kebudayaan sastra Jawa. Pasalnya, senjata ini katanya dipegang para keturunan raja di Jawa & punya kekuatan mistis. Jadi, menarik untuk disimak kisah asal mulanya.



Asal Mula Tombak Kyai Pleret

Dulu kala, ada seorang tumenggung yang dikenal berwibawa & disegani penduduk sekitar, yang memimpin satu daerah di Jawa Timur, bernama tumenggung Wilatikta. Ia punya 2 anak, laki-laki & perempuan. Raden Sahid adalah anak pertamanya, Rasa Wulan adalah anak keduanya.

Karena sudah beranjak dewasa, kedua anaknya disuruh untuk segera menikah. Keduanya tak berani menolak karena takut & hormat pada sang ayah. Singkat cerita, Raden Sahid gelisah tak bisa tidur karena terus memikirkan perintah ayahnya untuk segera menikah. Ia pun memutuskan pergi diam-diam karena tak mau dipaksa ayahnya. Tak ada seorangpun yang tahu kalau Raden Sahid pergi, kecuali Rasa Wulan, adiknya sendiri. Rasa Wulan yang juga merasakan hal yang sama memutuskan untuk mengikuti kakanya pergi dari rumah.

Sampai sang tumenggung menyadari kepergian mereka, akhirnya seluruh bawahannya diperintahkan untuk mencari Raden Sahid & Rasa Wulan. Sayangnya, upaya mereka semua tak membuahkan hasil. Di sisi lain, Rasa Wulan yang berharap bisa bertemu kakaknya ternyata tak juga berjumpa. Akhirnya Rasa Wulan bertapa ngidang di hutan Glagahwangi.

Dikisahkan dalam cerita rakyat ini, ada danau Sendhang Beji di dalam hutan tersebut.di piggir danau, ada Syeh Maulana Maghribi yang sedang bertapa ngalong. Suatu hari, Rasa Wulan hendak mandi di sendhang Beji. Tanpa ia sadari kalau ada Syekh Maulana Maghribi, ia pun segera menanggalkan pakaiannya dan mandi di danau. Syekh Maulana Maghribi yang melihat keelokan tubuh Rasa Wulan meneteskan air mani ke danau tanpa sengaja. Tiba-tiba saja, perut Rasa Wulan membesar. Mengetahui ada Syekh Maulana Maghribi berada di pohon pinggir danau, Rasa Wulan pun langsung menghamirinya dan meminta pertanggung jawaban padanya.

Syekh Maulana Maghribi mengelak. Bahkan, secara Ajaib ia melepaskan kemaluannya & menyingkapkan sarungnya sembari menunjukkan ke Rasa Wulan kalau ia bukan laki-laki. Tapi, Rasa Wulan tak percaya begitu saja. Meski berkali-kali mengelak, Syekh Maulana Maghribi akhirnya mau bertanggung jawab menyanggupi untuk merawat bayi yang dikandung Rasa Wulan.

Setelah bayinya lahir, bayi tersebut diberi nama Kidangtelangkas dan dirawat Syekh Maulana Maghribi hingga dewasa. Sementara itu, kemaluan Syekh Maulana Maghribi yang sebelumnya dicabut dengan Ajaib berubah jadi sebilah mata tombak, kemudian dinamai Kanjeng Kyai Pleret. Tombak ini lalu dijadikan senjata andalan raja-raja di Jawa dan diwariskan turun-temurun.

Ada banyak versi lain dari cerita ini tapi semuanya masih berkaitan dengan pertemuan Rasa Wulan dengan Syekh Maulana Maghribi. Ada Riwayat yang menceritakan kalau tombak Kyai Pleret sebetulnya terbentu dari air mani Syekh Maulana Maghribi yang tanpa sengaja jatuh ke danau, bukan dari kemaluan Syekh Maulana Maghribi yang dilepas secara Ajaib.


Pesan Moral Cerita Rakyat Asal Mula Tombak Kyai Pleret

Dari cerita rakyat ini, ada pesan moral yang bisa kalian ambil. Salah satunya adalah selalu berdiskusi dengan orang tua tentang keinginan agar kalian & orang tua saling memahami. Selain itu, sebaiknya mengakui jika memang berbuat salah & langsung minta maaf. Jadilah pribadi yang bertanggung jawab & belajar dari kesalahan agar tak mengulangi lagi.


Tulis jawaban Anda

Seperti Apa Cerita Rakyat Asal Mula Tombak Kyai Pleret?

Tulis jawaban anda di bawah ini:

loading...



Pertanyaan Terkait

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Notifikasi pertanyaan terbaru
Pertanyaan terbaru