Pasang iklan gratis PASANG IKLAN (GRATIS)
*) Properti dijual, properti disewakan, tukang bangunan, dan interior-furnitur


Indonesia Ingin Bergerak Maju, Bagaimana Caranya?


Indonesia ingin bergerak maju?

Ya, tentu.

Semua negara ingin melakukannya, termasuk Indonesia.

Akan tetapi, kalau sekedar 'ingin' saja tak bakal mampu menggapai yang namanya kemajuan.

Harus ada cara-cara dan atau langkah-langkah yang harus diimplementasikan dan dipraktekkan, agar kemajuan Indonesia bukan sekedar 'wacana' atau bahkan 'impian' semata (mimpi di siang bolong).

Lantas, bagaimana caranya?


cara agar indonesia bisa bergerak maju
Cara agar Indonesia bergerak maju / image via Pixabay


CARANYA ADALAH DENGAN MENIRU / MENGCOPY / MEMPRAKTEKKAN APA YANG TELAH DILAKUKAN OLEH NEGARA-NEGARA MAJU.

That's very simple :).


Maksudnya bagaimana?


Banyak sekali saran-saran, wacana-wacana, rencana-rencana, serta teori-teori yang mengatakan bahwa negara yang maju adalah negara yang begini, begitu, dan begono.

Sering diadakan seminar kemajuan bangsa yang begini, begitu, dan begono.

Yang isinya adalah agar kita kreatif dan inovatif dan bisa begini, begitu, dan begono.

Memangnya kreatif dan inovatif yang bagaimana?

Kalau 'level'nya sekedar kreatif dan inovatif di bidang yang 'biasa-biasa' saja, maka 'komoditas'nya belum tentu bisa dijual.


Menurut saya, negara yang maju adalah negara yang mampu 'mengalirkan' uang dari negara lain masuk ke negaranya (artinya harus menjual banyak produk ke luar negeri (kalau bisa produk yang mahal)).

Bukan sebaliknya, negara yang jadi pasar sekaligus 'sapi perah' bagi negara lain -- dijamin gak bakalan maju-maju.

CATATAN: Mengalirkan uang yang dimaksud bukan mengandalkan (bergantung pada) hasil alam, melainkan hasil dari teknologi, manufaktur, dan segala sesuatu yang diproduksi sendiri (namun tak mampu dipoduksi negara lain).


Sebelumnya sudah saya paparkan bahwa cara menjadi negara maju adalah, dengan meniru apa yang sudah dilakukan oleh negara-negara maju.

Mayoritas negara-negara maju di dunia adalah negara-negara yang memiliki industri di bidang teknologi yang sangat maju -- dan mampu memproduksi produk-produk di bidang teknologi. Jadi negara maju bukanlah negara yang mengandalkan produk kuliner, produk fashion, apalagi hasil alam.

Tengok saja negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Inggris, Italia, Perancis, dan negara-negara maju lainnya. Mereka adalah produsen-produsen utama produk-produk teknologi, seperti mobil, sepeda motor, pesawat, alat-alat elektronik, komputer, gadget, alutsista, dan alat-alat berteknologi tinggi lainnya.


Dapatkah Indonesia melakukan hal yang sama seperti mereka?

Sayangnya, Indonesia sudah terlambat.

Seandainya Indonesia ingin membuat produk mobil sendiri, maka sudah tertinggal jauh dari merk-merk seperti Mercedes, BMW, Audi, Ferrari, Toyota, dan lain-lain.

Hal demikian juga berlaku pada produk sepeda motor, Indonesia tak akan sanggup menandingi merk-merk seperti Honda, Yamaha, Ductati, Piagio, dan Suzuki.

Kalau tak mampu 'menggeser' merk-merk yang sudah ada, jangan harap produk mobil / motor buatan Indonesia (seandainya ada) laku di pasaran (baik dalam negeri maupun luar negeri). Kalau produknya tak laku, maka misi untuk 'mengalirkan uang dari luar negeri masuk ke dalam negeri' akan sia-sia saja.

Lantas, bagaimana solusinya?

Solusinya adalah, Indonesia harus menciptakan suatu teknologi baru yang belum ada / baru sedikit yang mengembangkannya.

Jadi, seandainya ada pesaing pun -- mereka sama-sama memulai. Istilahnya belum ada 'merk ternama yang sudah melangkah jauh' di bidang tersebut.


Alangkah baiknya agar ilmuwan-ilmuwan di Indonesia memiliki pola pikir (mindset) yang sama dengan seseorang -- dalam hal ini yang saya rekomendasikan adalah Elon Musk.

Bagi yang tidak tahu siapa Elon Musk, dia adalah seorang fisikawan sekaligus inovator kelahiran Afrika Selatan yang kini menetap di Amerika Serikat. Sosok Elon Musk sering dijuluki 'Iron Man versi dunia nyata' dan dianggap sebagai 'The next Steve Jobs'.

Hal itu tak lepas dari karya-karya Elon Musk yang sangat mutakhir (walau dalam tahap pengembangan), seperti:

1. Mobil listrik Tesla.

2. Solar City (kota bertenaga surya).

3. Space X (proyek roket luar angkasa yang bisa mendarat ke bumi (biasanya roket NASA setelah menjalankan misi antariksa akan jadi sampah luar angkasa, berbeda dengan roket buata Elon Musk yang mampu kembali mendarat ke bumi, sehingga biaya misi antariksa bisa lebih hemat)).

4. Hyperloop (alat transportasi massal masa depan berupa kapsul berkecepatan 1.500 km / jam).

Kesemua karya Elon Musk di atas out of the box dan belum ada / hanya sedikit yang mengembangkan.

Jadi kalau semua karya Elon Musk di atas sukses diproduksi secara massal, maka ia akan menguasai pasar.

Negara pun akan terbantu, baik dari pajak yang masuk, maupun banyaknya lapangan kerja yang terbuka.


Andai saja semua ilmuwan di Indonesia memiliki mindset yang sama dengan Elon Musk.

Sayang, hal itu cuma angan-angan belaka.


Jadi, dapat disimpulkan bahwa negara yang maju adalah negara yang MEMILIKI WARGA NEGARA YANG MEMILIKI POLA PIKIR YANG MAJU.

Sebagai tambahan, negara yang maju juga memiki warga negara yang pekerja keras. Tengok saja seperti apa warga negara Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Rata-rata jam kerja mereka adalah 12 jam (bahkan lebih).

Bahkan anak-anak yang masih duduk di bangku sekolahnya saja dididik untuk jadi pekerja keras. Umumnya murid-murid di Jepang, Korsel, dan Tiongkok bersekolah dari pagi sampai sore (bahkan ada juga yang sampai malam). Bandingkan dengan Indonesia yang baru diberi 'wacana' full day school saja sudah pada mewek. Ketahuan kalau karakter sebagian besar masyarakat Indonesia adalah pemalas.


Jadi, kesimpulan dari tulisan saya yang di atas adalah, kemajuan Indonesia bergantung pada:

1. Kualitas SDM-nya (bukan SDA-nya)

2. Harus berfikir out of the box

3. Harus bisa 'menjual banyak produk' ke luar negeri agar uang mengalir masuk ke dalam negeri (seperti China misalnya). Semakin banyak uang yang mengalir masuk ke Indonesia -- maka semakin bagus untuk kemajuan negara.

4. Negara yang maju adalah negara industri di bidang teknologi, bukan 'negara kuliner' atau 'negara fashion'.

5. Negara maju adalah negara yang warga negaranya memiliki karakter pekerja keras (bukan pemalas).



Itulah dia opini saya mengenai bagaimana cara agar Indonesia bisa bergerak maju.

Cara simpelnya yakni dengan meniru negara-negara yang sudah maju (walau pada prakteknya tidak-lah simpel).

Dan selebihnya, silahkan tela'ah lebih dalam mengenai tulisan yang sudah dijelaskan di atas.

Semoga bermanfaat;).










Keindahan seni lukis bisa menjadi 'penghidup' suasana ruangan di rumah anda. Uniknya, lukisan asli buatan orang Bali ini terdiri dari 4 frame / bingkai yang disusun menjadi satu perpaduan lukisan. Dengan harga Rp 120 ribuan, lukisan dinding nan indah ini juga gratis ongkos kirim jika membeli via Shopee.

LIHAT GALLERY LUKISAN >>





Tips:
- Tak ada jaminan valid mengenai info dan harga yang tercantum, harap hubungi pengiklan atau datangi langsung ke alamatnya
- Hindari transaksi melalui perantara manusia, transfer, sistem DP, dan pembayaran via cek




Suka dengan artikel di atas? Yuk bagikan via:





Lihat Juga:

No comments

Contact Form

Name

Email *

Message *

KLIKBANJAR SALE


Perpaduan kaligrafi Arab dengan ornamen berbentuk bunga, menambah daya tarik ruangan anda. Uniknya, lukisan ini terdiri dari 4 frame / bingkai yang disusun menjadi satu perpaduan lukisan. Dengan harga 100 ribuan, lukisan kaligrafi ini juga gratis ongkos kirim. (NOTE: Lukisan dikirim langsung dari gallery yang ada di Bali).


BELI SEKARANG >>




PROPERTI DIJUAL





PROPERTI DISEWAKAN





TUKANG BANGUNAN





INTERIOR - FURNITUR





ARTIKEL TERBARU