Pasang iklan gratis PASANG IKLAN (GRATIS)
*) Properti dijual, properti disewakan, tukang bangunan, dan interior-furnitur


[Catatan Kecil] Wisata Desa Mawangi di Kandangan, Kalimantan Selatan


Beberapa waktu yang lalu, tepatnya hari Minggu, 2 Juli 2017, admin dan teman-teman trip lovers mengadakan kegiatan rekreasi. Kali ini yang kami datangi adalah sebuah destinasi wisata di Kalimantan Selatan yang sedang viral, yaitu Desa Mawangi, di Kandangan.

Seperti apakah destinasi wisata Desa Mawangi yang konon sangat recommended bagi pecinta selfie ini?

perjalanan wisata ke desa mawangi di kandangan kalimantan selatan
'Rumah Tarzan', salah satu wahana di bukit Desa Mawangi

Liburan kala itu, admin namakan dengan Trip Lebaran Jilid 2. Pasalnya, rekreasi tersebut merupakan rekreasi yang kedua admin lakukan pasca Lebaran 2017. Sebelumnya, admin juga melakukan kegiatan rekreasi di Danau Riam Kanan dan bukit di sekitarnya.


Perjalanan

Kami bertolak dari Banjarmasin, mulai pukul 04.00 subuh, menggunakan sebuah mobil. Kami memperhitungkan bakal terjadi macet saat pulang (lantaran arus balik Lebaran), jadinya kamipun memutuskan untuk berangkat lebih pagi -- agar pulangnya bisa lebih cepat.

Perjalanan di waktu subuh, terasa sangat dingin. Bahkan embun kerap membuat kaca depan mobil menjadi buram -- alhasil, harus dilap beberapa kali -- agar tidak mengganggu penglihatan si pengemudi (teman admin yang bernama Fadli). Perjalanan pun dilakukan dalam suasana yang sunyi dan tanpa kemacetan.

Tepat pukul 05.30 -- kami singgah di sebuah musholla di kota Binuang guna menunaikan ibadah shalat Subuh. Pasca selesai shalat, kami pun kembali melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan.

Tak terasa, sekitar pukul 08.00 kami sudah mencapai kota Kandangan. Sesuai rencana, kami akan singgah di rumah teman yang ada di kota tersebut. Kebetulan dia menguasai 'medan' wisata di sana, jadi bisa sekaligus sebagai 'navigator'.


Singgah di rumah kenalan, sekaligus sebagai 'navigator'

Kami pun tiba di rumah teman tersebut, pada pukul 08.15. Rumahnya tepat berada di pinggir jalan besar, jadi tak sulit untuk mencapainya.

Di sana sudah menunggu teman kami yang bernama Ety, bersama dengan ibu dan kakeknya. Mereka sangat ramah dan welcome dalam menyambut kedatangan rombongan dari Banjarmasin (ada 6 orang termasuk admin). Kami pun disambut dengan hidangan kue Lebaran dan sempat ngobrol santai selama lebih dari 30 menit.

Ety dan keluarga menceritakan tentang destinasi yang ada di kota kelahirannya itu. Ada bukit, air terjun, pemandian air panas, jalur rafting, dan lain sebagainya.

Kami pun akhirnya memutuskan untuk menuju sebuah bukit yang indah di Desa Mawangi, Kandangan. Rencananya, sehabis dari bukit itu kami akan menuju ke sebuah air terjun di Loksado. Kedua destinasi tersebut tidak terlalu jauh, karena menyesuaikan agar kami tidak kemalaman pulang menuju Banjarmasin.


Menuju ke bukit di Desa Mawangi

Menurut Ety, sebenarnya ada beberapa bukit di Desa Mawangi yang memiliki pemandangan bagus, dan berbagai 'wahana' untuk selfie. Namun, Ety menyarankan kami untuk menuju ke sebuah bukit dengan 'wahana selfie' paling banyak diantara yang lainnya. Sayangnya admin lupa nama bukit tersebut.

Perjalanan dari rumah Ety menuju bukit tersebut memakan waktu sekitar 20 menit. Kami pun memarkirkan mobil di sebuah pekarangan, dan perjalanan untuk mendaki bukit dilakukan dengan jalan kaki.

Perjalanan mendaki bukit tersebut lumayan melelahkan. Beruntung jalan di lereng bukit tersebut dibentuk seperti tangga (agar tidak tergelincir). Kemudian di tiap sisinya terpasang bambu panjang -- agar bisa menjadi pegangan saat mendaki bukit.

Lumayan melelahkan untuk mendaki bukit tersebut, terutama bagi mereka yang pertama kali mendaki bukit. Apalagi semakin ke atas, jalanannya semakin curam, sehingga harus berhati-hati agar tidak tergelincir.

Admin pun kagum dengan beberapa warga sekitar daerah sana yang seperti 'terbiasa' naik bukit tanpa lelah. Rupanya  mereka adalah pedagang di warung-warung yang ada di atas bukit, sehingga mereka sudah biasa naik-turun bukit tersebut setiap harinya.

Setelah menghabiskan waktu sekitar 20 menit, kami pun akhirnya mencapai puncak bukit tersebut. Pemandangan indah pun menanti kami di sana.


Ada apa di atas bukit?

Ketika menjejakkan kaki di puncak bukit, yang terlihat pertama kali adalah beberapa warung yang berjejeran di sana. Kami pun berjalan menuju ke bagian pinggir bukit, dan alangkah indahnya pemandangan di sana.

Dari puncak bukit terlihat pemandangan bukit-bukit lainnya yang tampak eksotis. Kemudian di bawahnya terlihat jalan-jalan dan rumah-rumah di desa tersebut. Dihiasi warna langit biru nan cerah, pemandangan di sana sangat-sangat indah!


 




Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, tak hanya menyuguhkan pemandangan yang indah -- di puncak bukit juga terdapat banyak 'wahana selfie' yang bagus untuk dijadikan tempat berfoto ria. Di sana ada wahana seperti helikopter, kapal lanting, tempat duduk ala restoran, kapal dayung, wahana becak, wahana sarang burung, dan masih banyak lagi.

Menariknya semua wahana tersebut berada di pinggir bukit, yang artinya ada pemandangan indah di belakang wahana-wahana tersebut. Jadi sangat bagus untuk berfoto di sana -- karena latar belakangnya adalah pemandangan yang super indah.


pemandangan di puncak bukit desa mawangi kandangan








Sangat indah, bukan?


Menyempatkan ke air terjun di Loksado

Perjalanan naik turun bukit, kemudian keasyikan selfie, membuat tubuh penuh keringat dan tentu terasa sangat capek. Belum lagi cuaca yang panas, tentu sangat pas buat berendam di air yang sejuk. Tibalah saatnya untuk kami menuju ke sebuah air terjun yang ada di Loksado.

Rencananya, kami mau menuju ke air terjun bernama Riam Hanai. Namun, saat di TKP -- kami menuju ke air terjun yang lain. Lagi-lagi, admin lupa nama air terjunnya -- maklum sudah tua, hehehe..

Perjalanan menuju air terjun dari Desa Mawangi memerlukan waktu lebih kurang 1 jam perjalanan (dengan mobil). Jalanannya pun cukup ekstrim, yakni berkelok-kelok dan naik turun, maklum jalanan di atas gunung.

Sesampainya di sana dan mobil diparkir pada tempatnya, kami pun harus jalan kaki selama lebih kurang 25 menit untuk mencapai air terjun tersebut.

Kami menyusuri jalan di pinggir kali yang merupakan akses menuju air terjun yang akan kami capai. Di sekitarnya terdapat rumah-rumah penduduk, dan sebuah balai adat di daerah setempat.


Sesampainya di air terjun, kami pun makan siang beberapa menit. Selesai makan siang, kami pun langsung menikmati dinginnya air terjun yang ada di sana sembari melepas lelah selama perjalanan.



Galeri foto

Berikut ini beberapa foto selama kami melakukan rekreasi di Desa Mawangi dan air terjun di Loksado:









Apakah anda juga berminat untuk rekreasi ke Desa Mawangi dan air terjun di Loksado?

Silahkan berikan komentar anda! (af)


Baca juga:










Keindahan seni lukis bisa menjadi 'penghidup' suasana ruangan di rumah anda. Uniknya, lukisan asli buatan orang Bali ini terdiri dari 4 frame / bingkai yang disusun menjadi satu perpaduan lukisan. Dengan harga Rp 120 ribuan, lukisan dinding nan indah ini juga gratis ongkos kirim jika membeli via Shopee.

LIHAT GALLERY LUKISAN >>





Tips:
- Tak ada jaminan valid mengenai info dan harga yang tercantum, harap hubungi pengiklan atau datangi langsung ke alamatnya
- Hindari transaksi melalui perantara manusia, transfer, sistem DP, dan pembayaran via cek








Suka dengan artikel di atas? Yuk bagikan via:





Lihat Juga:

No comments

Contact Form

Name

Email *

Message *

KLIKBANJAR SALE


Perpaduan kaligrafi Arab dengan ornamen berbentuk bunga, menambah daya tarik ruangan anda. Uniknya, lukisan ini terdiri dari 4 frame / bingkai yang disusun menjadi satu perpaduan lukisan. Dengan harga 100 ribuan, lukisan kaligrafi ini juga gratis ongkos kirim. (NOTE: Lukisan dikirim langsung dari gallery yang ada di Bali).


BELI SEKARANG >>




PROPERTI DIJUAL





PROPERTI DISEWAKAN





TUKANG BANGUNAN





INTERIOR - FURNITUR





ARTIKEL TERBARU



Cek harga iPhone Beli Lukisan Dinding via Shopee